Setia menunggu

Ia bermula dengan satu hidayah
Hidayah-Nya yang Dia campakkan ke dalam hati
Pernah sebelumnya dicampakkan rasa yang sama
Tapi hati dan seisi alam menjadi saksi bahawa ia ditolak
Ditolak semahu-mahunya atas dasar ketidakinginan dan kemahuan sendiri

Kini, dilanggar kali kedua oleh gerabak itu
Diri pasrah memasukkan jiwa ke dalamnya

Kali ini tiada lagi manja
Tiada lagi disuap-suap
Tiada lagi ditunggu
Tiada lagi disediakan
Tiada lagi dipujuk
Tiada lagi diteman
Tiada lagi dibantu
Tiada lagi semuanya
Yang ada kini hanyalah kerja
Yang ada hanyalah kena memberi
Yang ada hanyalah kena menyediakan
Yang ada hanyalah kena membantu
Yang ada hanyalah kena memujuk
Yang ada hanyalah sendirian
Yang ada hanyalah tinggal kita dan Allah

Jadi kepada siapa sahaja yang kita kena harap?

Kadang terasa ingin bertanya
Sampai bila ia akan berakhir
Sampai bila akan datang an nasrullah wal fath itu
Sampai bila semua terbalas dengan kenaikan Islam
Ya, mengakui awwalun as sabiqun lebih lama menunggu

Dan di sini, masih tetap menunggu dan bekerja
Sama ada syahid mahupun menang
Penantian bukan keseorangan lagi
Penantian bersama jiwa-jiwa yang dilanggar gerabak itu
Dan dengan pasrah menginfaqkan diri untuk itu
Semoga

Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya). Al Ahzab: 23

@Mushtasyfa Malik Abdullah Muassas Irbid Jordan, 11.27 am, 05042012

Advertisements

Sharing is caring :))

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: